Blogroll

Showing posts with label politics. Show all posts
Showing posts with label politics. Show all posts

Tuesday, August 23, 2011

Kotak Misterius di Pesawat Nazaruddin

Pesawat Gulfstream N913 PD yang membawa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekira pukul 19.50 WIB, Sabtu (13/8/2011)

Pantaun di lapangan, ada enam mobil yang sudah mendekat ke pintu pesawat. Rombongan mobil tersebut terdiri dari polisi dan personel KPK di antara mobil KIA Travello dan mobil Isuzu Panther milik Dinas Halim Perdanakusuma.

Nazaruddin tampak mengenakan jaket cokelat dengan tangan terborgol. Sepuluh orang terlihat mengawal Nazaruddin. Kesepuluh orang itu mengenakan penutup wajah. Selang lima menit kemudian, Nazaruddin menuruni tangga pesawat dengan kawalan tiga petugas.

Nazaruddin pun langsung dibawa dengan menggunakan mobil KIA Travello menuju Rutan Mako Brimob.

Tapi selang tiga puluh menit iring-irngan mobil yang membawa Nazaruddin meninggalkan Bandara. Dari kabin pesawat Gulfstream N913 PD, seorang pria berseragam kapten pesawat menuruni anak tangga dengan membawa sebuah kotak berukuran 60 x 30 cm.

Kotak tersebut diserahkannya kepada dua orang petugas berseragam putih yang menantinya di bawah. Kedua orang tersebut tampak sangat hati-hati membawa kotak tersebut untuk dimasukan kedalam kotak yang berukuran lebih besar.

Pantauan di lapangan, kotak tersebut dibawa dengan sebuah mobil golf yang berada tidak jauh dari pesawat.
“Saya tidak tahu apa yang dibawa didalamnya,” kata seorang petugas yang enggan disebutkan namanya kepada okezone di Bandara Halim Perdana Kusuma, Sabtu (13/8/2011) malam.

Kotak tersebut dibawa petugas setelah beberapa saat wartawan meninggalkan Bandara Halim Perdana Kusuma.

Sunday, August 21, 2011

LAGU SINDIR NAJARUDDIN

dah liat belom video nyasarudin lagu sindir najarudin.
video ini di ciptakan oleh sebuah keluarga dari medan lagu
sindir najarudin ini cukup heboh.

belum lama ini menjadi onthespotsiboy terbaru
dah heboh nya di youtube,sebuah video yang
membuat orang indonesia penasaran untuk melihat nya
dan mendengar nya lirik lagu dari video nyasarudin ini .
video ini kemungkinan akan bisa bersaigan dengan
video sebelum nya yang di nyanyikan bona paputungan,
tentang gayus tambunan namun belum tahu,apakah keluarga ini
akan setenar bona di dunia nyata,pasal nya bona menyanyikan seorang
yang bukan dari partai politik sedang kan nazaruddin adalah,
seorang yang terkait dengan partai politik kuat



LIRIK LAGU VIDEO NYASARUDIN,

aku lari dari kenyataan karena aku sudah ketahuan
aku tak mau di kambing hitam kan karena semua ikut merasakan

aku kabur ke luar negeri menghindarr panggilan polisi
aku takut akan di adili karena aku pelaku korupsi

kujalan kan semua arahan kuturuti perintah atasan
ambil uang jatah uang dalam jumlah nya sampai milyaran

sekarang aku jadi buruan,berita tv dan berita koran
semua pada menyudut kan diri ku di jadikan korban

sampai kapan diri ku sembunyi ku ingin kan ada nya solusi
biar tahu aku tak sendiri yang menikmati hasil korupsi...!!




nyasarudin_3.3gp file itulah yang di unggah oleh akang tea ke youtube
tanggal 10 mart 2011 berdurasi 2,59m.sudah di tonton lebih dari 15ribu kali.
dalam video nyasarudin tampak lima orang sedang duduk santai di sofa
sambil menyanyikan lagu nyasarudin di iringi petikan gitar dari seorang
pria dan seorang perumpuan,politisi partai demokrat ruhut sitompul ternyata
menyukai lirik lagu berjudul nyasarudin yang mulai getop di youtube.
lagu nya bagus dan koruptor yang dalam lirik lagu nya nyasarudin tidak di
sebut nama nya najarudin namun masarakat indonesia sudah mengira
bahwa lagu itu di peruntukan bagi sang politiker sersebut..

Thursday, August 18, 2011

Ternyata Kematian Facebook Sudah Didepan Mata


pernah dengar goggle+ kan? layanan pesaing facebook yg dibesut oleh google, tak pelak membuat facebook ketar ketir saat ini. walau baru baru ini facebook mengklaim memiliki 600 juta user di seluruh dunia, diperkirakan kebanyakan diantaranya klonengan, sebuah penyakit yang ada di semua situs internet. anggap saja satu orang punya minimal 1-2 klonengan facebook, maka kita sudah bisa memperkirakan berapa user facebook yg sebenarnya, yaitu sekitar 200-300 juta saja, di seluruh dunia. buktinya? banyak alay berkeliaran di facebook, sebut saja akun bispak, bisyar, dll dll.

facebook juga dianggap melanggar privasi pemakai nya, dengan tidak benar2x menghapus file yg dihapus pemilik akun fesbuk itu sendiri. isu soal privasi masih terus bergulir dengan kerap dimanfaatkannya fesbuk utk menjebak seseorang atau membongkar rahasia dapur seseorang. misal: bos anda bisa mengetahui isi hati anda yang sebenarnya terhadap perusahaan, hanya dengan cara mengintip fesbuk anda dan mencari status yg berisikan, misal, makian terhadap bos nya dll dll.

facebook juga dianggap kian tidak menarik lagi karena membatasi jumlah friend yang bisa kita add. padahal yg namanya memperluas pergaulan atau menambah teman baru, biasanya berawal dari tidak kenal sama sekali, tapi hal itu tak diperbolehkan di facebook. facebook hanya boleh add orang yg sudah di kenal saja. ini mempersulit orang yg mau add, katakanlah, idola nya, public figure. walau ada fan page, namun interaksinya tidak sedekat jika anda add langsung ke orang nya. padahal motivasi seseorang memakai jejaring sosial adalah berlomba lomba menambah jumlah friend nya. motivasi kesenangan seperti itu tidak akan anda temukan lagi di facebook. sungguh ironis.

satu satunya yg membuat facebook masih bertahan hingga sekarang adalah koneksinya dengan handphone. hampir seluruh merk cellphone saat ini menyediakan aplikasi facebook, dan hampir seluruh orang di seluruh dunia memiliki cellphone.

google+ adalah ancaman serius facebook karena sudah banyak cellphone yg menyediakan aplikasi google didalamnya. aturan didalam google+ juga tidak sekaku facebook sekarang, memungkinkan seseorang bisa mendapatkan kesenangan yang selama ini di batasi atau tidak didapatkan di facebook.


bagaimana pendapat agan2???

Facebook Akan Dilumpuhkan Oleh Hacker Anonymous


Bagi anda pengguna setia Facebook, berhati-hatilah terhadap data anda di Facebook dan segeralah mulai menyelamatkannya. Dalam hitungan dua bulan ke depan, grup Hacker global terkenal Anonymous berencana akan menyerang dan sekaligus melumpuhkan situs Facebook atas alasan privasi. Bila anda belum kenal dengan grup Hacker Anonymous ini, tentunya sangat disayangkan karena grup Hacker ini merupakan grup yang sangat aktif melakukan hacking terhadap berbagai situs di dunia, termasuk situs FBI dan militer Amerika Serikat. Anonymous merupakan grup Hacker bermuatan politik sebagaimana dilaporkan oleh geek.com.

geek.com juga melaporkan bahwa dalam video yang diupload di YouTube, Anonymous secara resmi telah mengumumkan korban mereka berikutnya, yaitu Facebook. Dalam video dengan suara seperti robot tersebut, Anonymous mengungkapkan rencananya untuk menghabisi Facebook. Video tersebut juga mengajak siapa saja yang menonton untuk ikut ambil bagian dalam rencana pelumpuhan Facebook untuk kepentingan privasi mereka sendiri. Menurut Anonymous, Facebook telah menjual data-data penggunanya kepada agen-agen klandestin yang kemudian memberikan data tersebut ke perusahaan keamanan agar dapat memata-matai pengguna Facebook di seluruh dunia.

Anonymous mengklaim bahwa sebaik apapun pengaturan privasi dilakukan di Facebook, hal tersebut tidak terlalu menolong karena tidak ada yang pribadi di Facebook. Menurut Anonymous, Facebook mengetahui penggunanya lebih baik daripada keluarga pengguna Facebook itu sendiri. Lebih jauh Anonymous mengatakan jika seorang menghapus akunnya di Facebook, sebenarnya akun tersebut tidak terhapus, semua informasi pribadi tetap ada di situs Facebook dan sewaktu-waktu dapat dipulihkan kembali. Anonymous memberikan target waktu sampai dengan 5 November 2011 bagi pengguna Facebook untuk berpikir dan menyelamatkan data-data mereka.

Ancaman untuk menyerang Facebook dari grup Hacker terkenal merupakan ancaman pertama kali yang diterima Facebook, paling tidak dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. Facebook yang kini beranggotakan lebih dari 750 juta orang memang target yang sangat empuk. Melihat alasan yang digunakan oleh Anonymous, yaitu privasi yang tidak ada di Facebook, saya rasa ini alasan yang cukup tepat. Sudah bukan cerita baru bahwa keamanan dan privasi pengguna di Facebook sangat rendah. Namun, pertanyaannya, seberapa penting alasan ini bagi Anonymous sehingga mereka berketetapan untuk melumpuhkan situs Facebook.

Saya tidak bisa membayangkan, jika pada tanggal 5 November nanti sekian ratus juta data pengguna Facebook akan diretas oleh Anonymous. Bila kita lihat tujuannya, yaitu melumpuhkan atau dalam video dikatakan dengan “destroy” sekitar 750 juta pengguna Facebook akan kehilangan data-data mereka. Tidak hanya itu, melihat banyaknya perusahaan yang memiliki page dan berbisnis di Facebook tentu tidak akan sedikit kerugian yang mereka akan alami.

Hal yang menarik adalah mengapa Anonymous secara terang-terangan mengumumkan target mereka selanjutnya. Apakah ini peringatan serius atau hanya pepesan kosong? Saya tidak bisa mengatakan ini serius atau main-main. Namun melihat beberapa kejadian yang melibatkan grup Hacker Anonymous ini, ancaman ini tidak bisa dipandang remeh. Hal ini sekaligus peringatan bagi pengguna Facebook untuk benar-benar menjaga data mereka di Facebook. Artinya jangan terlalu percaya bahwa data anda aman di Facebook.

Nah segeralah mengemasi data-data anda di Facebook.

update

businessinsider.com melaporkan bahwa mungkin saja ancaman yang mengatasnamakan Anonymous ini tidak sepenuhnya didukung oleh para anggota Anonymous. Dalam dua buah tweet yang dikemukakan oleh businessinsider.com terdapat hal berikut ini:

#OpFacebook is being organised by some Anons. This does not necessarily mean that all of #Anonymous agrees with it.

TO PRESS: MEDIAS OF THE WORLD… STOP LYING! #OpFacebook is just ANOTHER FAKE! WE DONT “KILL” THE MESSENGER. THAT’S NOT OUR STYLE #Anonymous

Gizmodo melaporkan sebagai berikut:

“Anonymous is a mindset not a group. Mindsets do not have leaders. With any given operation there are always some who agree and some who disagree. With opFaceBook specifically there are those that agree and those that disagree. Annoymous allows each person individually to vote on each operation, a yes vote means they participate, a no vote means they do not. Anyone is allowed to create an op and if others vote yes it will get traction and something may be accomplished.”

Dari beberapa update tersebut dapat disimpulkan mungkin saja serangan terhadap Facebook itu ada, namun bukan secara organisasi Anonymous. Bisa saja seorang anggota ikut dan yang lainnya tidak ikut.

zdnet.com juga meragukan akan adanya serangan untuk melumpuhkan Facebook ini. Menurut mereka jarak waktu yang sangat jauh (sekitar 112) hari perlu dipertanyakan. zdnet.com sendiri heran mengapa kabar ini tidak terdengar dari tiga minggu yang lalu karena sebenarnya berita ini sudah bereda tanggal 16 Juli yang lalu. Menurut zdnet.com Anonymous jarang memberikan pemberitahuan lebih dari beberapa hari.

Namun poin penting yang bisa kita ambil adalah bahwa pengguna Facebook tetaplah berhati-hati dengan keamanan akun anda di Facebook.

Thursday, August 11, 2011

Jakarta - Kamis (11/8/2011) ini menjadi hari yang menentukan bagi sejumlah kader Partai Golongan Karya (Golkar) yang berkiprah di ormas Nasional Demokrat (Nasdem). Karena DPP Partai Golkar memberi tenggat waktu memilih.


Melalui surat nomor 2/Golkar/VII/2011, Partai Golkar mengultimatum kadernya yang berkiprah di Ormas Nasdem untuk memilih apakah tetap berkiprah di partai berlambang beringin atau memilih Ormas Nasdem.

Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan (OKK) Ormas Nasdem Ferry Mursyidan Baldan menyatakan merespon ultimatum DPP Partai Golkar, dirinya memilih tetap berada di Partai Golkar dan di Ormas Nasdem. "Menjawab surat nomor 2/Golkar/VII/2011, jika saya dikeluarkan silahkan, namun saya tetap dan tidak mengundurkan diri dari Partai Golkar," kata Ferry sebagaimana ditulis dalam surat terbukanya yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (11/8/2011).

Ferry menilai terjadi kerancuan DPP Partai Golkar atas keberadaan Ormas Nasdem. Karena selama ini tidak pernah ada larangan seseorang untuk menjadi kader partai sekaligus merangkap aktif dalam sebuah ormas. "Kerancuan ini kalau dipaksakan akan memundurkan aturan main tentang tata kehidupan bernegara kita," tambah Ferry.

Mantan Ketua Umum PB HMI ini mengaku heran atas pelarangan kader Partai Golkar aktif di orrmas. Apalagi, kata Ferry, pelarangan itu muncul pada Juli 2011. "Sementara ormas Nasdem sudah berdiri sejak 1 Februari 2010. Ini kemudian memunculkan pertanyaan, apa sebenarnya motivasi larangan itu," katanya keheranan.

Ferry menilai jika surat pelarangan aktif di ormas Nasdem dikarenakan dugaan keterkaitan ormas Nasdem dengan Partai NasDem, merupakan sangkaan yang berlebihan. "Setidaknya DPP Partai Golkar harus bisa membuktikan bahwa kadernya di ormas Nasdem sama dengan pindah ke parpol lain melalui surat tersebut," katanya.

Lebih dari itu, kata Ferry, dugaan tersebut melahirkan ultimatum dengan memberi batas waktu. "Jika itu terkait partai baru, maka pada 11 Agustus tidak ada partai baru," tegasnya.

Terpisah, Ketua DPD Ormas Nasdem DKI Jakarta Jeffrie Geovanie yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar menilai jika ultimatum tersebut terkait partai baru, jelas dirinya tidak terlibat di Partai NasDem. "Karena saya masih kader Golkar," kata Jeffrie.



Dia menjelaskan, dirinya di ormas Nasdem semata-mata sebagai pengurus ormas yang tidak ada kaitannya dengan Partai NasDem.

Sementara Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyebutkan sejumlah kader Partai Golkar yang berada di ormas Nasdem telah kembali ke Partai Golkar. "Mereka kembali ke 'Tanah Air'," ujar Priyo.

Menurut Priyo, ada kesadaran kolektif dari kader Partai Golkar untuk kembali membesarkan partai. "Ada kesadaran kolektif untuk bergabung ke Golkar sebagai partai besar," kata Priyo yang enggan menyebut siapa saja yang telah menyatakan memilih Partai Golkar daripada ormas Nasdem.

Ultimatum DPP Partai Golkar ini tak ubahnya menjadi pemicu baru ketegangan antarkader di internal. Ultimatum ini bisa saja berdampak konsolidasi kian solid. Namun sebaliknya justru bakal menjadi api dalam sekam. [mdr]

Andi Mallarangeng Siap 'Diadu' dengan Nazaruddin


JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng siap dikonfrontasi dengan mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, terkait tudingan penerimaan suap untuk proyek pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang. "Saya kapan saja siap," kata Andi dalam acara buka bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes Polri Jakarta, Kamis (11/8).

Dengan tertangkapnya Nazaruddin di Cartagena, Kolombia pada hari Minggu (7/8) dan saat ini sudah dibawa ke Bogota. "Yang penting adalah bagaiamana saudara Nazaruddin datang kembali ke Indonesia dan memberikan kesaksian kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga bisa jelas dan diusut tuntas," kata Andi.

Kasus yang diusut terutama yang berkaitan dengan kasus yang terjadi di Kementerian Pemuda dan Olahraga, katanya. "Sehingga jelas siapa yang salah yah salah, yang tidak yah tidak," kata Andi.

Nazaruddin ditangkap di Cartagena, Kolumbia pada hari Minggu (7/8) pukul 02.00 dini hari waktu setempat dan sempat mampir di beberapa negara. Nazaruddin berangkat mulai dari Singapura kemudian Vietnam lanjut ke Kamboja naik pesawat carteran langsung menuju ke Bogota melalui Madrid, Spanyol kemudian Dominika.

Nazaruddin yang menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan suap untuk proyek pembangunan wisma atlet di Jakabaring, Palembang, berada di Singapura satu hari sebelum KPK meminta Kementerian Hukum dan HAM melakukan pencegahan pada Selasa (24/5). Mabes Polri telah menerbitkan 'red notice' (buronan internasional)untuk memulangkan tersangka suap Kemenpora, Nazaruddin ke Indonesia dengan bekerja sama interpol.

Tuesday, August 9, 2011

KPK Butuh Orang yang Tegas


JAKARTA - Anggota DPR RI, Budiman Sujatmiko, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membutuhkan orang yang tegas dalam menyelesaikan masalah korupsi.

"Yang dibutuhkan KPK tidak hanya berani tapi butuh yang tegas," katanya mengomentari pemilihan pimpinan KPK di Jakarta, Selasa (9/8).

Menurut dia, saat ini korupsi telah mengurat akar dalam sistem di berbagai level. Akibatnya, sistem membuat orang yang masuk ke dalamnya itu juga turut tertular penyakit korupsi. "Tanpa ketegasan, korupsi sulit untuk diberantas," katanya.

Untuk itu, ia mendukung KPK ke depan diisi oleh orang-orang tegas untuk mendampingi Busyro Muqodas. Menurut dia, Busyro Muqodas seorang yang bijak sehingga dibutuhkan teman yang tegas.

Budiman mengatakan bahwa korupsi di Indonesia marak karena empat hal. Pertama, adanya penanaman nilai-nilai kekayaan dan kekuasaan dapat diperoleh dengan cepat (instan). Kedua adalah mahalnya biaya politik sehingga politik uang marak.

Ketiga, hukum yang pilih kasih. Hukum sangat tajam ke rakyat, namun tumpul di hadapan pejabat. Keempat atau terakhir adalah birokrasi yang tidak transparan dan akuntabel yang mendukung korupsi.

SBY Minta Nazaruddin Ungkap Keterlibatan Kader Demokrat


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, meminta tersangka kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 Palembang, M Nazaruddin, mengungkapkan keterlibatan kader Partai Demokrat.

"Kalau Nazaruddin memiliki informasi yang berkaitan dengan kader Partai Demokrat, saya sangat berharap semua bisa dibuka dan dijelaskan ke Dewan Kehormatan agar segalanya menjadi terang," kata SBY usai berbuka puasa bersama di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Senin (8/8).

SBY menegaskan, Partai Demokrat tak akan sungkan menindak kader yang terlibat.
Selain itu, ia juga mempersilakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengungkapkan siapa pun, dan dari partai manapun, yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut demi tegaknya kebenaran dan keadilan.

Keterangan Nazaruddin sangat penting untuk meluruskan pandangan publik terkait kasusnya. "Sehingga apa yang diangkat media massa dan menjadi percakapan warung kopi, yang sering dilebih-lebihkan dan belum tentu berdasarkan fakta yang ada, semuanya bisa dibuka," kata Presiden.

Nazaruddin ditangkap Interpol di Kolombia, Ahad (7/8) malam. Mantan anggota Komisi III DPR RI tersebut masuk ke Kolombia dengan menggunakan paspor palsu atas nama Syarifuddin. Mabes Polri menyatakan, mantan Bendahara Partai Demokrat itu diciduk saat bersama istrinya dan beberapa orang koleganya yang lainnya.

Perburuan Nazaruddin berakhir setelah pergerakannya terdeteksi di sejumlah negara. Sejak kabur dari Singapura pada 24 Mei lalu, ia berpindah ke Vietnam. Dari Vietnam, Nazar berpindah ke Kamboja dengan penerbangan umum. Dari sana ia menyewa pesawat untuk bersembunyi di kota Cartagena, Kolombia.

Pergerakan Nazaruddin mulai diketahui Interpol saat ia singgah di Dominika. Petugas imigrasi setempat sempat mencurigai Nazaruddin yang saat itu menggunakan paspor palsu bernama Syarifuddin.

M Nazaruddin: 77 Hari dalam Pelarian


INILAH.OM, Jakarta - Hampir tiga bulan lamanya sosok M Nazaruddin menjadi sorotan publik. Namanya mencuat sejak kasus suap Wisma Atlit yang menyeret sejumlah nama dikait-kaitkan dengan bekas politikus Partai Demokrat ini. Kini, pelariannya terhenti karena tertangkap. Bagaimana sosok Nazaruddin?

Pada 26 Agustus 2011 mendatang usia Nazaruddin genap 33 tahun. Dia dilahirkan di Bangun, Sumatera Utara. Nama Nazaruddin tiba-tiba melejit sejak dikaitkan sejumlah skandal proyek negara yang diduga dilakukan secara patgulipat.

Di pentas politik nasional, namanya juga tak pernah muncul baik melalui pernyataan politik maupun pendapatnya terkait kerja di parlemen. Pasca Kongres Partai Demokrat, Mei 2010 lalu, namanya sempat muncul ke permukaan atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang Sales Promotion Girl (SPG) saat kongres Partai Demokrat berlangsung.

Sejak 23 Mei 2011, Nazaruddin keluar dari Tanah Air. Beberapa jam sebelum berangkat ke Tanah Air, Nazaruddin sowan ke Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie. Mulanya ia beralasan untuk berobat ke Singapura karena menderita sakit jantung.

Pada 3 Juni 2011, koleganya di Partai Demokrat yakni Jhonny Allen, Jafar Hafsah, dan Sutan Bathoegana menjenguk dirinya dengan misi menjemput Nazaruddin agar kembali ke Tanah Air. Namun misi resmi itu tak membuahkan hasil. "Nazaruddin masih sakit, badannya turun 18 kilo," ujar salah satu tim yang berangkat ke Singapura, Sutan Bathoegana.

Di rentang waktu 23 Mei hingga 30 Juni 2011 komunikasi Nazaruddin dengan koleganya di Partai Demokrat masih membaik. Sejumlah koleganya mengaku masih bisa berkomunikasi dengan Nazaruddin baik melalui nomor seluler yang berkode negara Singapura maupun melalui layanan BlackBerry Messenger (BBM).

Namun perubahan drastis sekaligus dramatis sesaat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Sumatera Selatan.

Tidak hanya itu. Tidak berselang lama, Nazaruddin juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus di Kementerian Pendidikan Nasional. Begitu juga istrinya, Neneng Sri Wahyuni juga menjadi saksi dalam kasus PLTU di Kementeian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Penetapan tersangka itulah tak ubahnya menjadi titik tolak bagi Nazaruddin untuk bernyanyi nyaring terkait sepak terjang rekan separtainya. Melalui layanan BlackBerry Messenger (BBM) Nazaruddin menuding koleganya. Mulai Angelina Sondakh, Mirwan Amir, hingga Anas Urbaningrum.

Sejumlah proyek negara yang mulanya publik tidak mengetahui menjadi tahu. Sebut saja proyek pembangunan pusat olahraga Hambalang di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang menurut Nazaruddin sebesar Rp 1,2 triliun, fee dari proyek itu diigunakan untuk dana politik dalam Kongres Partai Demokrat.

Pasca-nyanyian Nazaruddin itulah, menjadi puncak hubungan Nazaruddin dengan Anas Urbaningrum. Ketua Umum Partai Demokrat itu akhirnya melaporkan Nazaruddin kepada aparat kepolisian dengan delik pencemaran nama baik. Tudingan yang dibalas dengan pelaporan itu menjadi simbol putusnya hubungan persahabatan politik sekaligus bisnis yang telah dirajut Anas dan Nazar sejak 2007.

Sejak itulah, Nazaruddin kerap melancarkan tudingan kepada Anas Urbaningrum. Mulai saluran telepon dengan stasiun televisi hingga memanfaatkan layanan Skype, video call dengan penggiat Perstalk Iwan Piliang.

Nazaruddin yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Timur IV (Jember-Lumajang) ini selama menjadi anggota DPR disebut-sebut tidak pernah melakukan kunjungan ke konstituennya. Begitu pula di Komisi III, Nazaruddin juga tidak pernah melakukan kunjungan kerja komisi. "Tidak pernah ke konstituen dan kunjungan kerja komisi," ujar Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa.

Kini, setelah menghilang selama 77 hari dari Tanah Air, akhirnya ditangkap Nazaruddin di Kolombia, Minggu (7/8/2011) malam. Berbekal paspor palsu Muhammad Syafruddin, akhirnya Nazaruddin ditangkap oleh aparat kepolisian. [mdr]

Monday, August 8, 2011

Korupsi dan Budaya Kekuasaan


Korupsi dan Budaya Kekuasaan

Oleh : Nova Novita

Peneliti Pro-PPKn FKIP Universitas Bung Hatta

Padang Ekspres • Kamis, 04/08/2011 12:32 WIB • 47 klik

Negara Indonesia dikenal sebagai negara yang berpendudukan mayoritas muslim, tapi perilaku sebagain warganya jauh dari nilai-nilai Islam. Indonesia pun menyandang predikat yang sangat buruk sebagai salah satu negara yang terbesar korupsinya. Parahnya lagi ternyata banyak pelaku koruptor yang beragama Islam.


Rakyat Indonesia sudah pasti sangat lelah mendengar dan membicarakannya. Bahkan mungkin melafalkannya pun sudah sangat sebal dan muak. Tiada hari tanpa berita korupsi. Tiada instansi (pemerintah) yang bebas korupsi.


Budaya korupsi penetrasinya sudah menyentuh nyaris semua segmen masyarakat. Yang mencengangkan, kaum intelektual bahkan ulama yang diidealisasikan sebagai makhluk anti wabah korupsi, ternyata ambrol juga pertahanannya. Keadaan ini tanpa kita sadari telah menyebabkan Indonesia hampir sempurna menjadi negara yang gagal (failed state).


Bangsa kita dalam ambang kehancuran bukan karena perang namun karena banyak pelaku korupsi yang lolos jeratan hukum. Logika hukum hanya bisa dapat menyentuh kepada masyarakat kecil. Sedangkan kaum pejabat hanya retorika belaka dalam konteks hukum hanya sebuah produk kongkalikong aparatur negara.


Akhir-akhir ini sering kita lihat di TV bahwa banyak pejabat-pejabat ditangkap karena melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tapi, satu hal yang sangat disayangkan adalah kejaksaan sebagai lembaga peradilan tertinggi tidak serius menangani kasus KKN. Yang terdengar hanya gaungnya saja. KPK menangkap si anu karena melakukan penggelapan. KPK menangkap si ini karena melakukan suap. Tapi, kita tidak lagi mendengar proses peradilannya. Kita tidak tahu menahu apakah pejabat yang tadinya dituduhkan melakukan korupsi berakhir di sel atau malah tetap bisa menghirup udara bebas. Ironis.


Di saat rakyat berteriak meminta sesuap nasi, para pejabat asyik memakan duit rakyat dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Di saat rakyat dan mahasiswa berteriak meminta keadilan, para pejabat asyik tidur ketika sidang berlangsung amat sangat menyedihkan.


Sungguh ironis dan membuat setiap orang mengelus dada, penuh tanda tanya, kesel karena tidak satupun lembaga yang tidak terlibat kasus korupsi. Hampir seluruh lini birokrasi kita melakukan korupsi. Mulai tingkat desa sampai struktur paling tinggi.


Mulai korupsi dengan jelas-jelas mengambil uang negara, atau melalui kebijakan yang dia ambil. Contoh paling sederhana adalah pengadaan barang, dengan cara mengatur diskon. Tidak menyetor diskon ke kas negara. Tetapi masuk ke kantong, masing-masing. Di sinilah potensi korupsi paling besar. Sulit dilacak karena memang sudah diatur antara pengambil kebijakan dengan penyedia barang.


Bukan hanya masalah uang saja yang dapat di korupsi. Waktu pun dapat dengan mudah bisa dikorupsi apalagi para petinggi ataupun pejabat pemerintah yang seharusnya menjadi wadah dari segala aspirasi rakyatnya malah menyalah gunakan wewenang yang telah di percayakan kepada mereka.

Siapa sih yang tidak ingin punya uang yang menggelembung di dompet tanpa kerja keras? Itu semua dapat diperoleh melalui bekal tampuk kekuasaan mereka. Pundi-pundi kekayaan yang berasal dari uang rakyat, bisa datang melimpah pada mereka dengan jalan yang tidak halal. Di negara tercinta kita ini, korupsi telah menjadi suatu budaya yang tidak dapat dipisahkan dengan namanya kekuasaan. (*)

Nunun Tak Kunjung Ditangkap karena Belum Dijadikan Prioritas


Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Gerindra Martin Hutabarat memandang penangkapan tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Nunun Nurbaetie yang lari ke luar negeri belum dijadikan prioritas penegak hukum. Akibatnya, saat kerjasama Polisi dan KPK mampu menangkap Nazaruddin, Nunun masih saja jadi buronan interpol.

"Elite penguasa dan penegak hukum tidak melihatnya sebagai prioritas untuk diburu dan KPK pun bersikap setengah hati untuk mencari dan menangkap Nunun," kata Martin kepada detikcom, Selasa (9/8/2011).

Kasus Nunun juga dirasakan Martin tidak menyentuh elite kekuasaan. Sehingga aparat lebih semangat menangkap Nazaruddin ketimbang Nunun.

"Nazaruddin bisa diketemukan karena kasusnya telah menyentuh internal elite kekuasaan, dan kepentingan elite tersebut untuk cepat-cepat menyelesaikan persoalan internal mereka dan mendorong aparat lebih serius mengupayakan penangkapan Nazaruddin melalui interpol," kritik Martin.

Selain itu, menurut Martin, Nazaruddin tidak dilindungi jaringan di internasional. Nazaruddin yang hanya mengandalkan uangnya untuk bertahan hidup, akhirnya tertangkap setelah jadi buronan interpol.

"Lagipula posisi Nazaruddin yang hanya mengandalkan uangnya tapi tidak memiliki jaringan yang kuat di negara lain membuat interpol tidak kesulitan menangkapnya. Hal inilah yang membedakannya dengan Nunun Nurbaetie," terangnya.

Ia menduga, Nunun tak akan ditemukan dalam jangka waktu lama. "Bagi KPK lebih aman Nunun di luar, daripada ada Nunun datang ke Indonesia yang membuat KPK harus repot setengah mati untuk mencari orang dibelakang Nunun yang menjadi penyandang dana suap DGSBI," duganya.

Saat Ditangkap Nazaruddin Pakai Nama Syafruddin


Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan semalam sekitar pukul 21.00 -22 WIB, Duta Besar Indonesia untuk Kolombia Michael Manufandu melaporkan penangkapan seseorang yang diduga kuat mirip Muhammad Nazaruddin di Cartadena, Bogota, Kolombia.

"Tadi malam melalui Menlu telah terima informasi dari Dubes kita di Kolombia telah ditangkap seseorang yang dicurigai sebagai saudara Nazaruddin oleh interpol di Colombia. Ia memakai nama Syafruddin," kata Djoko dalam konferensi pers di kantor Presiden Jakarta, Senin (8/8/2011).

Dijelaskan ini adalah kerjasama Interpol, KPK, dan Kemlu, serta Kementeri Hukum dan HAM.

"Selama ini mereka telah bekerja keras melalui polri dan interpol. Selama ini hasil penyelidikan di Cartadena, identik yang kita sebut sebagai yang disebut Nazaruddin. Yang bersangkutan menggunakan paspor dengan identitas palsu dengan nama Syahruddin," kata dia.

Dijelaskan Dubes RI di Kolombia sudah berangkat dari Bogota ke Cartadena dan sudah bertemu langsung. Secara fisik identik dengan apa yang selama ini disebut Nazaruddin dan yang bersangkutan minta didampingi terus oleh Dubes. Karena Cartadena bukan ibukota negara maka tadi malam yang bersangkutan sudah diberangkatkan ke ibukota," kata dia.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More