Blogroll

Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Sunday, August 21, 2011

Susunan Ganja Pembasmi Kanker


Tim peneliti dari Medicinal Genomics, suatu perusahaan farmasi yang berbasis di Belanda telah berhasil mengurutkan susunan kode genetik ganja. Penelitian ini diharapkan bisa jadi terobosan baru bagi dunia pengobatan, karena merintis jalan menuju penelitian efek tanaman ganja untuk pengobatan kanker serta peradangan.

Susunan gen tersebut sekarang tersedia masih "mentah", belum pada bentuk yang sudah dapat digunakan. Namun saat proses itu selesai, tiap gen yang aktif menyusun tanaman ini akan terurai dan dapat diisolasi. Menurut Kevin McKernan dari Medicinal Genomics, memahami gen-gen ini serta karakteristiknya akan memungkinkan kita mengontrol berbagai kandungan di dalam tanaman ganja.

Ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja digunakan sebagai sumber minyak. Tumbuhan ini sering pula disalahgunakan.

Thursday, August 18, 2011

4 Tips Membentuk Badan Perut Menjadi Six-Pack


“Memiliki tubuh yang ideal adalah dambaan setiap wanita”. setidaknya inilah kata yang sering kita jumpai di iklan jika ada iklan produk kecantikan perempuan. Namun ternyata memiliki tubuh ideal juga adalah dambaan setiap pria. Pria yang memiliki otot besar dan perut yang rata adalah dambaan setiap pria dan wanita juga. Meskipun untuk mendapatkan tubuh yang ideal itu sulit, ada beberapa cara agar bisa memperoleh bentuk tubuh yang sempurna.

1. Tari perut
Tari perut selama 15 menit ini membantu Anda menurunkan berat badan, memperkuat otot perut dan bagian terpenting tubuh Anda.

2. Yoga
Memperkuat otot perut bukan berarti Anda harus melakukan sit-up terus menerus dan menghabiskan banyak waktu di gym. Melakukan torso-tightening yoga bisa menjadi alternatif olahraga Anda untuk memiliki perut datar.

3. Triple S
Sun, Surfing, Six-Pack. Ketiga elemen ini merupakan kombinasi yang sangat tepat. Olahraga surfing di bawah sinar matahari ini mengombinasikan olahraga untuk membakar lemak dan olahraga untuk menguatkan seluruh bagian tubuh terpenting Anda.

4. Eight-pack atau six-pack
Mengapa harus six-pack jika Anda bisa memiliki eight-pack? Jenis olahraga ini menggunakan cara latihan yang unik dan peralatan yang bervariasi untuk membentuk tubuh yang indah dan memukau.

Semua itu adalah cara untuk memperoleh tubuh yang indah dengan membakar lemak yang ada dan akan membentuk otot-otot yang maskulin jika Anda lakukan rutin setiap hari. Tapi juga harus disertai pola makan yang sehat dan bergizi. kalau semua itu dapat anda lakukan, perut yang six-pack bukanlah hanya mimpi.

Semoga bermanfaat :D

Sunday, August 14, 2011

Efek Puasa Terhadap Otak Manusia


Ada anggapan berpuasa membuat orang lemas hingga orang berpuasa akan semakin malas berpikir atau dengan kata lain membuat orang semakin bodoh. Namun ternyata fakta itu tidak benar.

Menurut Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, Prof Ahmad Fadil berpuasa sebenarnya membuat seseorang semakin cerdas. Hal itu diungkapkannya saat memberikan tausiyah pada acara buka puasa bersama di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan belum lama ini.

Menurut Ahmad Fadil, berdasarkan hasil penelitian, orang lapar orang lebih cerdas dibanding orang yang tidak lapar. "Itu mengapa orang yang tinggal di negerinya sendiri tidak lebih sukses dibanding yang merantau," ujarnya.

Bagi perantau tantangan hidupnya lebih besar. Pada saat banyak tantangannya, otak akan bekerja lebih keras dan akan menjadi lebih cerdas. "Sehingga salah kalau berpendapat kalau puasa makin bodoh, sebenarnya kenyanglah yang membuat orang jadi bodoh, karena cenderung malas," ungkapnya.

Ia pun mengajak para jamaah buka puasa bersama untuk lebih memaksimalkan akalnya pada saat berpuasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta berharap puasa yang hanya tersisa dua puluh hari lagi tidak disia-siakan.

6 Kebiasaan yang Diam-diam Merusak Kulit Kita


Siapa sangka sering berlama-lama menelepon pacar atau meninggalkan kacamata saat mata minus ternyata bisa merusak kulit kita? Agar tak menyesal di kemudian hari, hentikan enam kebiasaan buruk berikut ini.



1. Bertelepon terlalu lama
Ponsel kita biasa ditaruh di dalam tas (yang bagian dalamnya pasti penuh debu), di atas meja, atau di tempat-tempat lain yang tidak steril. Menelepon berlama-lama menyebabkan kulit pipi bersentuhan dengan ponsel yang penuh bakteri tersebut. Pastikan Anda menyimpan tissue basah antibakteri untuk mengelap ponsel sebelum Anda menggunakannya.

2. Mengabaikan kacamata
Tulisan di kejauhan sudah mulai tak terbaca, tapi Anda masih saja tak mau memakai kacamata? Atau softlens yang biasa Anda pakai mungkin sudah tak akurat lagi karena minus mata sudah bertambah? Jika diabaikan, secara tak sadar Anda akan sering menyipitkan mata saat membaca. Efeknya, kulit cepat berkerut dan terlihat tua.

3. Hairspray
Banyak yang menganggap melindungi wajah dengan tangan saat menyemprot rambut dengan hairspray sudah cukup. Padahal partikel dari hairspray tetap bisa melewati celah-celah tangan dan menempel di wajah. Lain kali, tutupi wajah Anda dengan sehelai handuk bersih saat menyemprotkan hairspray.

4. Malas mengganti sarung bantal
Saat kita tidur, sel kulit mati di wajah akan luluh dan menempel di sarung bantal. Sel mati yang menumpuk itu lama-lama akan berubah menjadi bakteri dan racun. Jadi jika Anda malas mengganti sarung bantal, setiap malam Anda akan tidur di tumpukan bakteri. Hiiii...

5. Terlalu sering mandi air panas
Mandi air panas memang nikmat. Tapi jika dilakukan terlalu sering dan dengan durasi terlalu lama, lapisan luar epidermis akan terkikis dan kulit Anda akan jadi sangat kering.

6. Kacamata hitam berukuran besar
Kacamata hitam model ini adalah favorit para wanita. Tapi mereka seringkali lupa membersihkan kacamata tersebut sebelum memakainya. Padahal kacamata pastilah tidak steril, sementara ia akan menyentuh ujung hidung dan pipi kita selama kita memakainya.

Thursday, August 11, 2011

Gangguan Psikomatis



Gangguan psikosomatik dapat diartikan sebagai reaksi jiwa pada fisik (soma). Menurut American Psychosomatic Society (2005), gangguan psikosomatik berasal dari bahasa Yunani (Psyche= jiwa dan Soma= fisik), sehingga psikosomatik dapat diartikan sebagai hubungan fisik dan jiwa. Ada hubungan yang sangat erat antara faktor fisik, faktos psikologis, dan sosial terhadap perjalanan suatu penyakit.

Gangguan psikomatik ini mungkin bisa menjawab, "Mengapa seseorang bisa terkena serangan jantung setelah bertengkar dengan bosnya?, Mengapa penyakit rematik jadi jauh lebih sakit ketika penyandangnya stres?, Mengapa kematian penyakit jantung dipengaruhi oleh ada tidaknya depresi?"

Sebuah penyakit dapat muncul akibat banyak faktor. Penyakit dapat muncul sebagai akibat faktor lingkungan atau sosial. Penyakit dapat muncul juga akibat faktor genetik dan keturunan. Berbagai faktor tersebut akan berinteraksi dengan kompleks.

Faktor psikologis dapat sebagai pencetus munculnya gangguan fisik, misalnya gangguan tidur akibat kecemasan, nyeri otot tengkuk akibat stres atau diare dan nyeri ulu hati akibat ketakutan.

Faktor psikologis dapat pula mempengaruhi perjalanan klinis suatu penyakit, misalnya pasien stroke dengan depresi akan memiliki status fungsional yang relatif lebih buruk dibanding tanpa stres, angka kematian penyakit jantung koroner dipengaruhi oleh ada tidaknya depresi.

Faktor psikologis mempengaruhi berbagai organ tubuh melalui mekanisme yang kompleks antara faktor saraf, hormonal, dan imunologis. Stres kronik dapat mempengaruhi sistem saraf simpatis dan aktivasi sistem hormonal (aksis hypothalamus- hipofisis- adrenal).

Pacuan sistem hormon adrenal yang berlangsung lama dihubungkan dengan penekanan sistem imun (sistem kekebalan tubuh) karena hormon steroid. Hal ini menerangkan mengapa seseorang dengan stres kronik lebih mudah sakit. Pacuan sistem saraf simpatis menerangkan munculnya hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner akibat stress emosional.

Pada beberapa kasus, gangguan psikosomatik dapat muncul reaksi konversi yang aneh dan tidak dapat dijelaskan oleh ilmu kedokteran. Buta mendadak, lumpuh mendadak, atau kesemutan yang sifatnya aneh umum dijumpai. Penderita pada umumnya masih berusia muda, sebagian besar wanita dan didahului oleh stressor yang jelas. Pasien ini akan menjalani berbagai pemeriksaan dengan hasil yang normal. Penulis beberapa kali menjumpai kasus konversi, dan tindakan psikoterapi sangat membantu kesembuhan pasien.

Pada umumnya pasien dengan gangguan psikosomatik sangat meyakini bahwa sumber sakitnya benar-benar berasal dari organ-organ dalam tubuh. Pada praktik klinik sehari-hari, pemberi pelayanan kesehatan seringkali dihadapkan pada permintaan pasien dan keluarganya untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dan pencitraan (rontgen).

Pemeriksaan pencitraan dapat membantu untuk mengurangi kecemasan pada pasien dan keluarganya. Bila hasil pemeriksaan normal, maka tidak perlu ada kecemasan yang berlebih tentang suatu kondisi penyakit yang serius. Simak contoh pada Nona E di atas, ia tidak mau dikonsulkan kepada psikolog atau psikiater karena ia sangat yakin bahwa sumber sakitnya adalah fisik dan bukan psikis.

Mengapa ini terjadi? Kajian sosiologis oleh Nettleton (2006) menggambarkan bahwa pasien "lebih suka menderita sakit yang sifatnya nyata". Sebagian besar pasien juga akan sangat resisten bila diberitahu bahwa sakitnya berhubungan dengan stressor psikososial.

Sifat manusia tidak akan suka hidup dalam ketidakpastian, sehingga pasien tetap akan mencari tahu apa penyebab pasti dari sakitnya. Hal ini membuat pencarian penyebab organik akan terus dilakukan. Seorang pasien nyeri kepala primer kronik sangat mungkin akan menjalani pemeriksaan MRI, CT Scan kepala, EEG dan berbagai pemeriksaan laboratorium untuk mencari jawaban "ada sesuatu yang salah dengan diri saya".

Penulis pernah melakukan penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan nasional Indonesian Pain Society (Agustus 2007). Penelitian ingin mengungkap harapan pasien nyeri kepala kronik primer (sebagian besar nyeri kepala tipe tegang otot). Nyeri kepala tipe tegang otot merupakan suatu bentuk gangguan psikosomatik yang umum dijumpai.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hal utama yang pasien inginkan adalah "mencari tahu dari mana nyeri kepala itu berasal". Proses pencarian ini bisa sangat mahal dan menghabiskan sumber daya. Penelitian ini serupa dengan penelitian Davies, dkk (2005) pada 52 pasien nyeri kepala di klinik nyeri tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77% pasien tetap masih ingin tahu sumber nyeri kepalanya dan 33% masih menginginkan pemeriksaan tambahan.

Bagaimana seorang dengan gangguan psikosomatis dapat diobati?

Seorang petugas kesehatan harus melihat pasien atau klien sebagai makhluk fisik, psikis, sosial, dan spiritual yang utuh. Keluhan seorang pasien harus ditanggapi dengan serius (betapa pun anehnya keluhan tersebut).

Penelitian menunjukkan bahwa pasien psikosomatis seringkali tidak puas dengan pelayanan medis yang didapatnya akibat tanggapan dokter yang tidak serius tentang penyakitnya. Pasien ini akan cenderung berpindah-pindah dokter atau rumah sakit tanpa hasil.

Seorang pasien akan lebih nyaman dan puas bila mendapat penjelasan yang jelas tentang penyakitnya, informasi dan instruksi yang jelas, dan pemeriksaan yang teliti (Verbeck, 2005).

Simak kata-kata Hipocrates, seorang pasien akan merasa lebih nyaman dengan sapaan, senyuman dan bila didengar dengan empati. Komunikasi yang baik harus dijalin untuk mengeksplorasi adanya stressor, dan seringkali tindakan konseling diperlukan. Penelitian menunjukkan bahwa intervensi psikologis klinis sangat membantu dalam banyak kasus. Kerjasama multidisiplin sangat diperlukan demi kebaikan pasien.

Jadi jika Anda sering mengalami berbagai keluhan tapi ketika diperiksa tidak juga ditemukan masalah penyakit, mungkin jawabnya adalah terjadi gangguan psikomatis yang lebih ke arah masalah psikis.

Sumber: dr Rizaldy Pinzon, Mkes, SpS

Bahan Makanan yang Dapat Membuat Ketagihan


Beberapa makanan ternyata mengandung bahan yang bisa membuat orang ketagihan. Tanpa disadari, sejumlah makanan favorit mengandung bahan adiktif yang membuat candu.

Tentu saja hal ini berbahaya karena bisa membuat nafsu makan tak terkendali dan memicu kenaikan berat badan. Apa saja bahan-bahan tersebut?

Sodium nitrit

Bahan kimia ini berfungsi untuk mengawetkan, memberikan warna, dan memberikan rasa pada olahan daging. Sodium nitrit banyak terdapat pada produk olahan daging dan ikan asap. Tidak hanya membuat orang kecanduan tetapi juga bisa meningkatkan risiko kanker. Jadi, sebaiknya kurangi konsumsi daging olahan.

BHA dan BHT

Butylated hydroxyanisole (BHA) dan butylated hydrozyttoluene (BHT) adalah antioksidan untuk mencegah makanan dalam kemasan berbau tengik dan berminyak. Bahan kimia ini banyak terdapat pada sereal, permen karet, keripik kentang, dan minyak sayur.

Propyl gallate

Propyl gallate juga termasuk bahan pengawet makanan dalam kemasan. Fungsinya sama seperti BHA dan BHT, dan sering digunakan bersamaan. Bahan ini juga banyak terdapat pada produk daging olahan, permen karet, dan kaldu ayam kemasan.

Monosodium glutamat

Monosodium glutamat atau MSG yang biasa digunakan sebagai penyedap masakan ini mengandung zat adiktif yang membuat candu. Pada beberapa orang, MSG bahkan bisa memunculkan gejala alergi, seperti sakit kepala dan mual. Untuk itu kurangi penggunaan MSG dalam masakan. Anda bisa menggunakan bahan-bahan segar untuk mendapatkan citarasa lezat tanpa MSG.

Tuesday, August 9, 2011

Terlalu Lama 'Browsing' Sebabkan Daya Ingat Melemah


ERA internet memang di satu sisi memudahkan. Namun jika terlalu lama bercengkerama dengan dunia ini, gangguan memori menjadi ancamannya.

Kecanggihan teknologi belakangan ini memang membuahkan kemudahan dalam berbagai hal. Lihat saja, saat ini segala hal terhubung oleh internet sehingga memberikan kelancaran setiap individu dalam melakukan kegiatan. Sayangnya dengan kemudahan tersebut, candu internetlah yang akhirnya menggerogoti memori mereka.

Para peneliti menemukan, bahwa meluasnya penggunaan mesin pencari data dan menyimpan database online memengaruhi orang dalam mengingat informasi.

Untuk mengetahui kecenderungan orang-orang dalam mengingat informasi, Betsy Sparrow, asisten profesor psikologi di Columbia berkolaborasi dengan Daniel M Wegner dari Harvard dan Jenny Liu dari University of Wisconsin, Madison yang melakukan percobaan penelitian terhadap memori, seperti dilaporkan New York Times dan dirilis Times of India.

Dalam satu eksperimen mereka, para peserta dibiarkan mengetik dalam kecepatan 40 bit per trivia. Di sana, para tim menemukan bahwa subjek tersebut lebih mungkin untuk mengingat informasi jika mereka kelak menemukannya kembali.

“Peserta tidak membuat upaya untuk mengingat ketika mereka berpikir bisa mencari pernyataan sepele saat membacanya,” tulis mereka.

Percobaan kedua bertujuan untuk menentukan apakah komputer memengaruhi kecepatan informasi atas apa yang seseorang ingat.

Misalnya, jika ditanya apakah ada negara yang memiliki bendera hanya satu warna, maka para peneliti mulai melihat apakah responden tersebut segera mengerahkan otaknya untuk mengingat-ingat tentang bendera tersebut atau segera berpikir untuk mencarinya di internet saja.

Dalam hal ini, para peserta diminta untuk mengingat dengan baik pertanyaan itu sendiri dan memasukkan pula pada lima folder di komputer. Para peneliti terkejut karena mereka menemukan bahwa orang-orang tampaknya lebih mampu mengingatnya dengan cara melihat dalam folder komputer tersebut.

”Hal ini sangat menghentak pikiran saya,” kata Dr Sparrow.

Percobaan mengeksplorasi aspek dari apa yang dikenal sebagai memori transaktif di mana menyuguhkan gagasan bahwa seseorang terbiasa bergantung pada keluarga, teman, dan rekan kerja sebagai bahan referensi untuk menyimpan informasi.

Efek internet pada memori sebagian besar masih belum diselidiki. Dr Sparrow mengatakan, bahwa percobaan tersebut membawanya untuk menyimpulkan bahwa internet telah menjadi sistem penyimpanan utama eksternal.

Ingatan manusia, katanya, adalah beradaptasi dengan teknologi komunikasi baru.

5 Manfaat Puasa Di Bulan Suci Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh Manusia


Puasa memberikan konstribusi positif bagi kesehatan sudah diketahui oleh banyak orang.Manfaat puasa bagi kesehatan telah dirasakan oleh sebagian orang. Melalui konsultasi kesehatan kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang manfaat puasa bagi kesehatan kita.

Beberapa penelitian mencoba menghubungkan efek puasa terhadap beberapa penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup seperti tekanan darah tinggi /hipertensi , kholesterol, penyakit kencing manis / diabetes, dan kegemukan / obesitas. Hasilnya memang puasa memberikan pengaruh yang positif terhadap kesehatan.
Beberapa aspek tersebut antara lain:


1. Memberikan kesempatan istirahat terhadapa saluran pencernaan khususnya lambung.

Di waktu berpuasa, lambung dan sistem pencernaan lainnya akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam, selama lebih kurang satu bulan. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung dari makanan yang bertumpuk dan berlebihan.Sehingga manfaat puasa bisa dirasakan bagi penderita sakit lambung (maag) yang bersifat fungsional karena pengaturan pola makan dan faktor stressor.


2. Puasa juga merupakan kesempatan menurunkan berat badan bagi yang kelebihan.

Caranya tidak makan berlebihan pada waktu buka, sehabis buka dan sewaktu sahur. Menu tersebut diperkirakan cukup dalam 12 jam. Adapun sisa 2 jam diperoleh dari cadangan gula yang disimpan di hati, lemak dan otot.Jadi lemak yang tertimbun di tubuh bisa digerakan untuk dibakar menjadi energi yang bermanfaat.

3. Bagi penderita hipertensi/ tekanan darah tinggi, tekanan darah dapat turun,

jika selama berbuka hingga sahur taat dalam memilih menu makanan dan tidak lupa minum obat anti hipertensi pada waktu sahur. Kesempatan makan makanan yang asin dan berlemak pada siang hari juga tidak ada selama berpuasa.

4. Puasa juga bisa meningkatan daya tahan tubuh tahan ( imun) tubuh.

Pada saat puasa beberapa organ tubuh dapat istirahat sehingga metabolisme tubuh juga berkurang. Metabolisme tubuh itu hasil sampingannya adalah sampah yang harus dibuang. Dengan berkurannya sampah di tubuh, berarti mengurangi radikal bebas yang merugikan. Dan tentunya akan meningkatkan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

5. Berpuasa mencegah penyakit yang disebabkan oleh pola makan.

Beberapa penyakit seperti kelebihan lemak tubuh, tekanan darah tinggi dan penyakit pembuluh darah lainnya. Dengan berpuasa berarti membatasi penderita untuk mengurangi beberapa makanan dan minuman yang merupakan pantangan penyakitnya. Dengan begitu akan lebih mudah mengendalikana penyakit tersebut. Terlebih apabila saat berpuasa biasanya cenderung memilih makanan yang mengandung zat gizi seimbang.

Jadi kesehatan memang mahal harganya.Untuk menjaga kesehatan tubuh, maka ia perlu diberi istirahat. Dengan berpuasa akan membantu menjaga kesehatan tubuh.

Selamat menjalankan ibadah puasa


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More